Di Balik Senyum Palsu, Tersimpan Luka yang Tak Terlihat

## Di Tepi Meja Roulette: Bermain dengan Takdir

Dentang logam kecil beradu, memecah keheningan yang pekat. Bola putih itu berputar, memantul tak tentu arah di atas roda berputar, membawa serta harapan dan mimpi yang digantungkan di tepinya. Di sekeliling meja roulette, wajah-wajah tegang terpantul cahaya remang-remang, masing-masing menanti dengan napas tercekat, menanti takdir yang akan dibisikkan oleh putaran roda.

Ada yang datang dengan mata berkilat penuh ambisi, menggenggam erat setumpuk chip, siap bertaruh dan menaklukkan roda keberuntungan. Ada pula yang duduk dengan sorot mata sayu, terbebani oleh beban hidup yang menghimpit, berharap pada secercah harapan yang ditawarkan oleh permainan kejam ini.

Di meja roulette, perbedaan lebur menjadi satu. Kaya atau miskin, tua atau muda, semua tunduk di hadapan putaran takdir yang tak kenal kompromi. Di sini, di tepi meja berlapis hijau ini, mereka bukan lagi sekadar pemain, tapi penari di atas panggung drama kehidupan, memainkan peran yang telah ditentukan oleh putaran roda.

Seorang wanita paruh baya dengan kerutan di wajahnya menarik perhatianku. Matanya yang sayu menatap bola putih dengan intensitas yang menyesakkan. Ia menggenggam erat sebuah chip usang, satu-satunya harta yang ia miliki. Di chip itu, terukir mimpi untuk membebaskan diri dari jerat kemiskinan, mimpi untuk memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anaknya. Ia meletakkan chip itu dengan tangan gemetar, air mata menggenang di pelupuk matanya.

Di sisi lain meja, seorang pemuda dengan senyum angkuh melemparkan setumpuk chip dengan pongah. Aroma parfum mahal dan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya menandakan ia adalah penguasa dunia, setidaknya di matanya sendiri. Baginya, permainan ini hanyalah hiburan, sebuah ajang untuk memamerkan keberuntungan dan kekayaannya.

Bola putih itu melambat, menari dengan malas di atas lingkaran angka-angka. Detik-detik menegangkan berlalu, menguji kesabaran dan menggoyahkan tekad. Hingga akhirnya, bola itu jatuh, menjatuhkan vonisnya pada sebuah angka.

Pekikan kemenangan dan rintihan kecewa beradu, menciptakan simfoni hingar bingar di tengah kepulan asap rokok dan aroma minuman keras. Wanita paruh baya itu tertunduk lesu, mimpinya hancur dihantam kenyataan pahit. Pemuda congkak itu tertawa pongah, meraih tumpukan chip dengan jari-jari yang diselimuti kesombongan.

Di tepi meja roulette, drama kehidupan terus berputar. Roda keberuntungan terus bergulir, menentukan nasib mereka yang berani menantangnya. Ada yang menang, ada yang kalah, namun satu hal yang pasti: permainan ini akan terus berlanjut, mengingatkan kita akan ketidakpastian hidup dan kekuatan takdir yang tak terelakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *