Dari Nol Menuju Puncak: Perjalanan Menuju Kejayaan dan Kejatuhan

## Tetesan Embun di Meja Roulette: Melacak Jejak Kebahagiaan Terpendam

Di bawah lampu kristal yang menyapa malam dengan kilauan angkuh, meja roulette itu berputar. Tak ubahnya pusaran takdir, ia memikat para pencari mimpi dengan janji manis dan ancaman kehampaan. Di antara kepulan asap cerutu dan bisikan penuh harap, terduduk seorang lelaki dengan tatapan kosong. Matanya, yang dulunya menyimpan bara semangat, kini hanya memantulkan kilau suram keping roulette yang berputar tanpa henti.

Ia bukanlah pecandu judi yang haus akan kekayaan semata. Ia adalah seorang penjelajah, seorang petualang yang tersesat dalam labirin hidupnya sendiri. Kebahagiaan, layaknya harta karun yang terpendam, ia buru di balik setiap putaran roda nasib.

Setiap tetesan keringat yang jatuh di atas meja hijau itu adalah cerminan dari perjuangannya. Perjuangan untuk menemukan kembali arti, makna, dan serpihan kebahagiaan yang dulu pernah ia genggam erat. Namun, roda kehidupan, seperti halnya roulette, selalu punya cara untuk mengejutkan.

Di tengah hiruk pikuk permainan, matanya tak sengaja menangkap siluet seorang wanita. Senyumnya, sehangat mentari pagi, mampu menembus kabut yang menyelimuti hatinya. Wanita itu, dengan sederhana, duduk di meja roulette yang lain, tak jauh darinya. Tak ada nafsu membuta di sorot matanya, hanya ada pancaran ketenangan yang menenangkan.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, lelaki itu merasakan detakan jantungnya kembali berirama. Ia terpaku, menyaksikan wanita itu bermain. Bukan kemenangan yang dicarinya, melainkan kegembiraan sederhana dalam setiap putaran roda.

Di saat itulah, seolah tersadar dari mimpi panjang, lelaki itu menyadari sebuah kebenaran yang terlupakan. Kebahagiaan bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar dengan membabi buta. Kebahagiaan adalah serpihan-serpihan kecil yang tersebar di sepanjang perjalanan hidup.

Seperti tetesan embun pagi yang menyegarkan, kebahagiaan hadir dalam momen-momen sederhana. Dalam senyuman seorang asing, dalam kehangatan secangkir kopi di pagi hari, dalam melodi sendu yang mengalun di penghujung malam.

Lelaki itu bangkit dari kursinya. Tangannya, yang tadinya terkepal erat, kini terbuka lebar. Ia tinggalkan meja roulette itu, melangkah pergi dengan hati yang lebih ringan.

Ia tak tahu kemana kakinya akan membawanya, namun satu hal yang ia yakini: perjalanannya untuk menemukan kembali kebahagiaan sejati baru saja dimulai. Dan kali ini, ia takkan mencarinya di balik meja roulette, melainkan dalam setiap detakan jantung dan hembusan napas yang ia miliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *